RSS
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi Bani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi Bani. Tampilkan semua postingan

Bingung Mampus

Racun nampaknya telah merasuk
Tak hanya menusuk
Tapi jua membusuk


Aku berdiri..
Ku telisik hati
Kujelajahi rupa nurani
Jika masih menggerogoti,,
Aku berjanji..
Akan ku hukum mati


Hey! Tiba-tiba mulutku menjerit
Kubuang acid berikut pahit
Sungguh tak ingin lagi ku dipersakit


Tapi setelah itu aku harus kemana?
Aku bertanya..
Berharap pada nyata
Mengapa maya yang kuterima??


Oh Tuhan..Aku bingung mampus
Aku heran bagai terbius
Jadi tolong jangan buatku mengendus
Seperti anjing yang seolah haus


Kembalikan aku seperti pelangi
Yang warnanya kan menghiasi seisi bumi
Dan menjadikan manusia mengagumi


Tuhan..


Sebenarnya aku tak meminta bumi
Atau langit berubah dibawah kaki
Aku hanya minta sepotong hati
Untuk mengganti diri
Untuk lebih memahami

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku Tahu Tapi Aku Diam

Shubuh itu,,Padahal baru saja kubuka mata
Tiba-tiba kudengar beberapa suara
Lalu aku menghening saja

Akhhh.....Mereka tak percaya apa yang ku kata
Ketiganya sama sekali mencerca

Sungguh para makhluk tak punya muka
Apakah mereka pikir dirinya lebih mulia??

Aku menertawainya
Bukankah orang-orang yang suka mencela,,
Sesungguhnya dirinya jauh lebih hina??

Hahahaha
Amarah merasuk seketika
Ingin rasanya menyanggahnya
Menghantam semua yang mencipta derita hamba
Tapi apalah daya
Aku bukan siapa-siapa
Maupun apa-apa

Tuhanku...Aku dengar
Wahai Tuhanku,,Aku tahu..

Aku terluka menahan airmata
Terjaga hingga insomnia
Serta menduga dan bertanya pula
Memangnya salahku apa??

Oh..Sudah sekian kali aku dengar (Entah berapa kali)
Kemudian sekali lagi aku dengar..

Tuhan..
Aku dengar..
Aku tahu..

Tapi aku diam

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Berbelas kasihlah wahai Tuhan..”

Oh..Berbelas kasihlah..
Wahai Tuhanku..
Sementara Kau ciptakanku di antara para iblis serupa manusia
Lalu Engkau paksa merana-teraniaya


Oh..Berbelas kasihlah..
Wahai Tuhanku..
Saat Kau tempatkanku dalam dunia kejam tak berperasaan
Dengan syetan yang bergentayangan


Oh..Berbelas kasihlah..
Wahai satu-satunya Penguasa jagad raya..
Ketika aku tergeletak bersama hatiku yang berdarah-darah
Dan otakku yang bernanah memuakkan


Oh..Berbelas kasihlah..
Wahai Tuhanku..
Bahkan jika Kau selamatkanku meski sesaat
Sebelum membunuhku..
Serta menyiksaku tanpa rehat


Oh..Berbelas kasihlah..
Wahai Tuhanku..
Kepada makhluk fana yang mengaku hamba


Berbelas kasihlah wahai Tuhan..

Ku mohon..
Tolong,,Berbelas kasihlah pada derita

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Hasrat dalam Doa”

Hai lelakiku,,
Tatapmu itu bak racun tak berpenawar

Berhias seumpama perawan mencari kekasihnya

Padahal keelokanmu tiada duanya bagiku
Tapi kau tak berpuas pula atas sanjunganku

Padamu belahan hatiku,,
Ku sertakan perasaanku bersama kerinduan

Entah hujan atau kemarau berpanjangan,,
Takkan ku singkap hatiku yang hanya menyebut namamu

Kau yang mencuri akalku,,
Sempurna..Tak bercacat sekecil jua

Walau belum ku dapati ragamu
Walau tak terikat batinmu padaku

Tapi jiwa kita kan berpaut merekat-erat
Karena “Sang Pemberi Cinta” yang menjalinkannya
Telah sejak lama..

Bersua kita kelak,,
Berpadu-satu pada waktunya
Sampai akhiratnya

Ku tutup doa ini,,
Hasrat yang bercampur rata..
Pelampiasan rasa..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Biar Saja..”

Dikala hatiku resah menggeliat
Maka jiwa pun kian gelisah memberat

Kucoba berpaling dari kehidupan
Menentang zaman yang mengobarkan permusuhan
Biar saja..

Adapun saat pertanyaan terkata jua,,
Kemanakah bahtera ini kualamatkan ?
Aku bertimbang rasa melabuhkannya

Ku sematkan cinta
Kugali ruang kerinduan
Sampai ku temukan kebahagiaan

Tiada keputusasaan..Kepedihan
Hanya kebangkitan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Gila Cermin”

Akh..
Cerminku patah
Duniaku pecah

Bidadari yang molek lagi jelita,,
Bersembunyikah ia?
Kemana rupawannya?
Laksana musnah tak berbekas

Tiba-tiba tanpa sengaja..
Sekejap,, Kulihat bayangan hitam pekat

Pantulan mengerikan..
Bodoh air mukanya,,
Seram ekspresinya

Aku menyumpah mengutukinya
Pergi harapku
Ku usir..Tinggalkanku!

Parah..!!!
Aku gila sudah
Buruk muka cermin ku belah
. . . . . . . . . . . . .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Malu Tapi Mau”

Bintangku kini mulai benderang pula
Menghangatkan hati yang dulu pernah suram tak bercahaya
Menyembuhkan kehampaan dan luka yang berkulat


Aku tak tahu mengapa atau apa


Karena yang kutahu hanya nestapa
Saat hatiku gersang bercadas curam
Engkau datang tuk menumbuhkan diawal kehidupan


Kucari..
Kutelusuri celah bumi demi kudapati wajahmu
Tapi yang kudapat ekspresi baru diakhir waktu


Kujemu..
Ku mau..


Tapi aku malu dan terlalu takut tuk mencinta..
Tuk merindu lagi
Tuk tersakiti lagi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Jawaban Gadis mu (Sang Pujangga)”

Sebuah jawaban,,
Teruntuk kepada Sang Pujangga
Yang mencurahkan perkataannya seolah-olah mencinta
Berdusta pada hatinya,, Yang semestinya membenci cinta

Biarkan gadis yang kau buang ini mencoba mengoceh:

Mencintaimu..
Bagaikan berpenyakit parah,,
Nyaris melumpuhkan ku hingga tak bernyawa
Dan hampir lenyap pula kewarasan ku karena cinta yang menggila

Aku merasa kehilangan sesaat lalu tiba-tiba ku dapatkan
Cinta lain..
Yang menyanjungku beribu sayang
Dan memahami ku tanpa perlu berbicara

Dia lah pengganti mu..
Seorang yang takkan mungkin bisa menyakiti ku..Mengkhianatiku.
Atau pula coba hempaskan kasih ku dan sayang ku..

Untukmu..
Yang dulu mengisi segala pikiranku,,
Aku gadis mu..Mencintai mu..hai pujangga ku..

Ku katakan pada mu..
Meski sekejap,, Ku yakin senyumku mampu lemahkanmu
Memutar kembali memori mu saat mengenalku..
Walau hanya dalam imajinasi ku


Aku tahu kau akan menyayangiku..
Aku tahu kau akan mencintai ku..
Tapi nanti..Ketika cinta mu tak berarti lagi
Dan hanya penyesalanmu yang menyelimuti

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Ironi Cinta Sang Pujangga”

Kekasih ku..

Aku pujangga..
Aku manusia

Aku telah salah dalam mencinta
Ku cintai wanita tapi bukan kau,, cinta..
Aku bersusah sungguh mengejarnya
Terjerat dalam cinta buta
Yang di penuhi kepalsuan oleh sosok-sikapnya yang memesona

Ku campakkan kau begitu saja
Tanpa iba
Bercinta dengannya,,
Sesuka nafsu ku yang teramat membara..Menghamba padanya

Aku memujanya..Di perbudaknya..
Tapi aku tak jua menyadarinya
Kuhancurkan asamu yang tersisa sampai sirna dengan sempurna

Lalu ku renggut belas kasihmu penuh paksa
Hingga bibir mu tak sudi lagi berkata-kata
Dan hati mu kian kecewa tiada tara

Kini kau pergi bersamanya..
Sebelum ku sempat sampaikan cinta yang baru saja bermula
Kepadamu..Yang tinggalkanku entah kemana

Aku terluka..
Menderita..

Hati ku hampa
Namun kutahu sesal itu tiada guna
Dan semakin membuatku terpuruk hina..Tak berdaya

Belahan jiwa..
Kaulah sesungguhnya pujangga
Pemberi fatwa,, Sang pengagung cinta
Yang mencintaiku sepenuh cinta..

Aku terlalu terlambat tuk merasakannya..Mengetahuinya
Cinta..
Cintamu yang dulu slalu kau beri dan terjaga tanpa ku pinta

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Sabda Cinta”

Tiada lah akan ku rampas jiwa mu
Takkan mungkin ku sita sedikitpun dari hati mu
Tak sedikitpun..Wahai lelaki Melayu ku yang santun

Perkataan mu ibarat cahaya yang membentang
Wajahmu indah mengalahkan semesta yang kini nestapa
Sedang hatimu aku tak tahu terbuat dari apa

Entah berlian yang amat mahal harganya
Entah tanah hitam yang subur tiada bandingan nya
Atau pula mentari yang slalu menyinari dunia

Kau menumbuhkan
Kau menenangkan

Sungguh sosokmu laksana angin yang menyejukkan
Membuatku terkesima..Terpanah asmara..
Dan mencinta merindu pada Sang Pencipta Cinta
Sebelum ku berikan cinta ku pada manusia,,
Pada sebuah makhluk yang diciptakan-Nya..Oleh-Nya

Cintamu berbeda..
Tanpa syarat maupun tuntutan balas jasa

Jadi kan kulengkapi keberadaan mu
Dan kuciptakan dunia yang hanya diantara kita

Kucintai kau sepenuh jiwa..
Apa adanya..Wahai lelaki ku
Kutawarkan itu tuk selamanya
Lalu kau terima dengan senyuman bahagia

Tak usah lah kau risau atas jawaban dari ku
Dengarkan sabda cintaku ini..
Ku pastikan ruang hatiku penuh terisi tanpa perasaan lain,,
Selain rasa cintamu
Karena cintamu..Menghancurkan keraguan yang sejak lama tertera
Dan kau mampu yakinkan ku hanya dengan satu tarikan nafas
Hingga aku seketika lemas

Tapi batinku masih kuat tuk berucap
Tuk menjelaskan:
Betapa aku sangat mencintai mu
Dan aku begitu rindu
Sebenar-benarnya rindu..

Duhai lelaki Melayu ku yang santun,,
Kucintai kau..Kucintai kau..
Karena kau cintai-Nya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yang Kurindukan

Matamu ibarat bintang
Terang benderang. .

Menyilaukan. .
Hingga ku tak kuasa memandang

Aku termundur ke belakang
Ketakutan..

Ingin ku berlari kencang
Bersembunyi dan menghilang. .

Namun hatiku tampak gersang
Dihantui Bayang2,,
Sosokmu yang kian kurindukan

Lalu ku pun tertahan,,

Oleh pujian. .

Oleh hinaan. .

Tatapanmu tajam
Aku terdiam. .

Namun kuyakin,, Cintaku tak kan terbuang
Meski kau belum datang

Aku bertahan. .

Kutahu kau sedang berjuang,,
Wahai yang kian kurindukan. .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku Benci Caramu Mencinta

Jiwa terpasung bak tertawan,,
Terpenjara..
Namun aku tak berkata

Entah harus bagaimana hatimu dapat ku buka

Aku gelap mata,,
Hatiku tercecer..
Hingga melebihi seberat zarrah pun tak nampak kulihat

Mungkin kau tahu,,
Mungkin pula tidak

Rasa itu..
Terkadang suka
Terkadang duka

Begitu pun,,
Meski luka
Aku tak kan menghiba

Bukan tak sudi

Hanya karena aku tak butuh iba
Atau balas rasa

Lelaki ku..
Aku tak kan memberi
Atau pula meminta dengan paksa

Jika kabut itu masih menyelimutimu
Aku tak kan berusaha menghalaunya lagi
Karena jalan yang kita pilih berbeda
Sungguh..

Keegoisan ini menghancurkan dalamnya rasa
Yang dulu kubangun dengan kokoh
Namun dalam satu tarikan nafas
Kau merubuhkannya hingga yang tersisa hanya puing-puing
Potongan kekecewaan..
Sobekan perih..
Kepingan asa..
Dan secuil penderitaan

Namun ku tahu itu hanya sesaat
Setiap makhluk dapat melawannya dengan waktu

Aku resah..

Aku lelah..

Aku menyerah

Karena ternyata hatimu tak sudi memahaminya,,
Kau tak butuh revolusi
Kau tak perlu itu

Dan parahnya,,
Kau tak menghampiri
Di tempat aku menunggu

Kau tak datang..

Tak sekalipun datang

Sementara aku berlari,,
Detik ini kusampaikan sebuah berita
Bukan karmina ataupun dialog opera

Tapi ini adalah fakta yang nyata

Meski milyaran amoeba mengancam ku
Walau jutaan wuceraria menghadang jantungku

Akan tetap ku katakan,,
Dengan kalimat ini
Dalam bait ini

Aku rindu

Aku beku

Aku benci

"Aku Benci Cara mu Mencinta"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kebekuanku

Tadi malam aku bergulat beserta peluh
Antara kelogisan akal sehat dan Hati nurani yang dangkal
Aku ingin berlari dari kesesatan ini
Keluar dari kebahagiaan yang mengherankan

Ku yakin sesak nafasku kelak
Tercekat mulut ku hingga ku pun tak sanggup berucap sepatah pun

Tuhan..
Perih itu kembali menyerang

Kau..
Tidakkah kau lihat betapa hancurnya aku?
Bernanah dan berdarah-darah
Membusuk dan terhinakan

Aku bertanya padamu,, Kekasih..
Tidakkah sudi kau kurangi kesakitan ku ini?
Akankah kau deritakan lagi,, Hingga Hepar itu menggelepar?

Kau kuras hati ku lagi,,
Kau tendang gumpalan darah itu hingga membengkak
Aku sembab
Aku nanar
Kosong


Sungguh cercaan itu kurang bagiku,,
Kemunafikanmu terpancar benderang dan menyilaukan
Hingga aku beranjak dari kegalauan

Aku berpaling sesegera mungkin darimu
Menatap horison lain
Dan kulihat pandangan saudaraku tak berkurang sedikit pun

"Hidup selalu dipenuhi pilihan" aku bergumam

Laksana seabad lamanya diriku berhenti agar kau menyusulku

Meski telah ku daki bukit Highland
Namun kau tak jua nampak

Lalu ku putuskan mengejar saudara ku yang tanpa henti memanggilku
Aku berlari meski tahu separuh hatiku masih tertinggal

Wajahku diliputi geram,,
Karena yg ku tahu darimu hanyalah keegoisan
Kau sisakan aku siksaan

Kemudian akan ku katakan padamu bahwa kehampaan itu adalah sebuah keikhlasan
Aku tak kan menahannya,,
Karena kebencian itu akan mengaburkan hatiku

Jadi aku ingin bertanya mengapa,,
Tapi telah kusaksikan sendiri

Aku beku

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Revolusimu beserta Riwayatku Kini

Perlahan,, Perih ku terkikis oleh revolusimu
Meski nafasmu terengah-engah
Namun tak terkurangi kekuatanmu

Dulu hatimu suram ibarat malam
Yang membuat sorotan kelam itu nampak tajam

Penderitaanmu pun ingin ku rasakan jua
Walau bernanah
Hingga pun tercabik ataupun membusuk epidermisku

Luka itu..
Jika hanya perih aku tak mampu menahannya
Namun jika berdarah maka akan terkurangi sakitnya

Dirimu bagaikan ombak yang terkadang tenang
Tapi acapkali bergemuruh dengan ganas tanpa pandang asa

Godaan mereka mungkin akan kau hampiri kembali
Tapi kumohon jangan berpaling dari jalan ini

Aku masih berhenti
Jika kau putuskan,,
Maka aku kan segera berlari mengejar saudaraku dan meninggalkanmu

Tapi aku tak mampu

Keyakinan ini tak kan berubah
Meski di lain masa ku harus menyusurinya sendirian saja

Percayalah..
Tak kan tersisih dirimu dari kebaikan
Jika mushaf-mu kau pegang dengan keteguhan

Rabb-mu Maha Mendengar
Luapkan kegundahan dengan sujudmu
Dzikirmu..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perih Saja

Hancurkan lagi,,
Sekeping harapku yang baru kupungut
Luka berlebam menghiasinya
Dipenuhi memar
Tak berdarah
Namun begitu menyakiti seluruh persendian hingga akal ku kian rusak olehnya
Jutaan sel saraf yang ku punya seakan terenggut tanpa iba
Robek kulitnya pun tidak
Perih saja,,

Bolehkah aku bertanya,,
Dimana dapat kutemui obat penawar dukamu
Hingga sudi kau pandang jalan lain yang kutawarkan
Kapan revolusi itu kau ciptakan?
Saudaraku berteriak memanggilku dari ujung kejauhan
Tak kupedulikan
Hanya karena hatiku yang kau rebut separuh itu belum kau kembalikan
Aku berhenti menyusurinya sendirian dan menunggumu

Tapi kau tak datang

Tak datang..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“T.E.K.A.D”

Musnah tak berjejak..
Keseluruhan hati bertumpah-ruah
Menguras air mata yang mengering sudah

Kosong menghampa
Berongga tanpa sisa

Inilah gundah-gulana jiwa
Yang menghapus warna tak bernoda

Di kala angin menghembus tak berkata
Ketika hujan menyapu keheningan menjadi suara
Saat itu pula rembulan tak menyala
Dan bintang pun tak mampu meneranginya

Tiba-tiba lelap membangunkanku tuk meminta
Membujukku tuk menghamba-menghiba

Ku curahkan segala duka beserta amarah
Tapi Tuhanku seolah berpaling wajah

Kepedihan itu..
Menghancurkan sebaris tanya yang susah payah ku tata
Seakan-akan menganggap tangisanku hanyalah sebuah hina

Akh..Aku bagaikan mati rasa

Kucoba tuk berbangkit,,
Namun kedua kakiku tak sudi di per-sakit

Kuteriaki seluruh raga,,
Tanpa peduli pada kesakitan yang kurasa

Lalu aku roboh..
Berlutut
Roboh lagi
Merangkak
Dan tertawa sekeras yang ku bisa

Oh..Aku merasa benar-benar gila
Saat kutengok otakku yang remuk-redam berceceran

Tapi hatiku masih terpasang
Terus memaksaku untuk berjuang

Aku kian lelah-melemah
Seiring kudengar sisa imanku berbisik berat
Kemudian mengutuki ku laknat hingga bejat

Sungguh..
Tak sedikit pun aku ciut

Aku tak  takut

Karena “Aku bukan pengecut!!”


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Petang Yang Tak Beranjak”


Kelabu nampak menyelimutiku petang ini..

Bergeming,,Seakan mengacuhkan bisikanku

Ku rayu agar biasnya sudi tenangkanku,,
Dan ku lukis raganya hampir serupa parasnya jua

Tapi senyumnya tak kuasa berkibar
Bahkan mimiknya,,
Berganti setengah sekonpun tak..

Hhhhh…Batinku gundah gulana olehnya
Hingga nampak hatiku pun merana jadinya

Walau gertakannya mengusik berat..Penuh syarat
Namun entah mengapa  jiwaku bercengkrama penuh gelora

Aku tak yakin perlakuan itu realita
Karena keramahan yang ku sangka begitu tak sama

Oh..Aku kira hanya sesuatu yang berbeda
Ternyata pula penuh sarat makna

Ku teriaki dia semampu wibawa:
“Bayang-bayang cepatlah berlalu,,
Jangan kau hancurkanku lalu malu!”

Bicara..Berucap..Berujar itu seolah tak sama kini..
Apakah patut dipercayai??

Akh..Mungkin sekeping imajinasi belaka,,
Yang muncul tanpa negosiasi ataupun bertanya

Ku pandangi pada waktu ia berbalik memunggungi waktu,,
Egonya yang bersisa itu..

Aduhai diri..
Otak ini seperti berkhianat meski sesaat
Kemudian waras tak berpendapat

Huuuft…….
Ku telaah langitku sekali lagi,,
Hanya ada petang

Hanya masih petang..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

“Syair-Fikir”

Tersebutlah suatu ketika
Kisah asmara pecandu dunia

Ada yang buta
Ada yang gila
Tapi triliyunan sengsara,,
Meski sebagian pula bahagia

Diantaranya bercerita penuh seksama
Seluas-luasnya
Sedalam-dalamnya

Terkuras
Tercecer
Terpedaya
Terbelenggu

Huft..Entah hatiku mati kah
Atau membatu telah
Tak satupun sudi berbela amarah

Ku amanatkan dzikir
Ku renungkan Fikir

Lalu ku rangkai bait ini berikut syair,,
Sekira asaku terukir

Demi petang apabila fajar menyingsing
Ku dengar nurani melecehkanku seolah berbau pesing

Sadarlah hatiku jua,,
Duka lah ia jika banyak bersuka
Derita lah ia sesudah bersenang ria

Sungguh terlama aku menista
Berpuas jiwa tanpa agama

Kini ku saksikan beribu hikayat cinta membara
Lalu akhirnya?

Semoga bersama-Nya
Semoga selamanya

Cukuplah pada-Nya saja

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS